KUALA LUMPUR - Otoritas Emisi Pemerintah Belanda memperpanjang persetujuan skema sertifikasi bahan bakar nabati yang dibuat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RPSO)atau skema RSPO-RED hingga Juli 2012 mendatang. Dukungan diberikan lantaran Belanda merupakan salah satu importir Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) terbesar di Eropa.
Hingga saat ini skema RSPO - Renewable Emission Directive (RED) masih dalam peninjauan Komisi Eropa guna disahkan di tingkat Eropa, sebagaimana diatur undang-undang mengenai energi terbarukan yang disahkan pada 2009.
Berdasarkan undang-undang tersebut, Uni Eropa menetapkan target 10% transportasi pada 2020 telah menggunakan energi terbarukan yang tidak berpengaruh buruk terhadap keanekaragaman hayati.
Sekretaris Jendral RSPO, Darrel Webber seperti dalam press release RSPO yang InfoSAWIT, menyatakan kegembiraannya lantaran keputusan otoritas Emisi Pemerintah Belanda memperpanjang persetujuan mereka terhadap skema RSPO-RED. "Langkah tersebut memberikan sinyal positif kepada para produsen dan pemasok agar bertanggung jawab dan berperan serta seperti yang diharapkan CSPO," tandas Darrel (Dyah)
Sumber : Info Sawit.com
http://www.infosawit.com/index.php?option=com_content&view=article&id=128:belanda-dukung-biofuel-sawit&catid=37:lintas-newest






