Pasar Sustainable Palm Oil (SPO) kembali bergairah. Pasalnya, terbuka kesempatan emas untuk masuk ke pasar Belgia pada 2015. Komitmen pembelian SPO bagi pasar Belgia dinyatakan The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil (Aliansi Minyak Sawit Lestari di Belgia) dalam piagam perjanjian yang menggalakkan penggunaan Certified Sustainable Palm Oil (CSPO).
Piagam perjanjian yang ditandatangani awal 2012 ini, menyatakan komitmen pasar Belgia untuk menggunakan SPO yang diproduksi sesuai dengan prinsip dan kriteria sustainability dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Dimana, penggunaan SPO akan terus ditingkatkan guna mendukung percepatan terwujudnya pasar SPO hingga tahun 2015.
Aliansi Minyak Sawit Lestari di Belgia merupakan aliansi dukungan dari processor, trader, asosiasi industri dan organisasi profesional, yaitu : Federasi Industri Makanan (FEVIA), Asosiasi Biskuit, Praline dan Industri Gula (Choprabisco), Cargill, Minyak Fuji Eropa, Asosiasi Industri Margarin, Serikat Produsen dan Importir Industri Produk Roti, Kue, Cokelat dan Eskrim (Unifa), Federasi Roti Belgia (FGBB) dan Organisasi Profesional untuk Perdagangan Kentang dan Industri Pengolahan (Belgapom).
Sekretaris Jenderal RSPO, Darrel Webber, dalam press release RSPO, menyatakan dukungan penuh terhadap piagam perjanjian Belgia ini. "Dibentuknya The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil oleh berbagai macam organisasi ini merupakan sebuah inisiatif yang sangat baik dan terpuji dalam rangka mewujudkan penggunaan 100% minyak kelapa sawit yang telah memenuhi standarisasi Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) di tahun 2015," ungkapnya.
Keberadaan Aliansi di Belgia, telah menunjukkan besarnya komitmen dan kepemimpinan dalam mempromosikan sustainability kepada para produsen di Eropa, dan turut melanjutkan inisiatif yang telah dilakukan oleh industri nasional di Belanda pada tahun 2010. Aliansi ini, juga merupakan contoh yang luar biasa.
"Kedepan, akan lebih banyak lagi pasar-pasar Eropa yang meneladaninya dan berkomitmen dalam meningkatkan penyerapan CSPO. Saat ini CSPO yang bersertifikatkan RSPO mewakili 11 persen dari seluruh produksi minyak kelapa sawit dunia. RSPO berharap dapat bekerja sama dengan The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil dan juga para anggotanya untuk meningkatkan kesadaran konsumen mengenai SPO." Katanya menjelaskan.
Senada dengan Darrel juga dikatakan Wakil Presiden RSPO yang juga Senior Policy Officer, World Woldlife Fund (WWF) untuk pangan dan pertanian, Adam Harrison, yang menekankan inti dari inisiatif kolaborasi yang telah dilakukan di Belgia.
"WWF menyambut baik The Belgian Alliance on Sustainable Palm Oil yang telah menunjukkan kepada industri di Belgia mengenai pentingnya menangani isu sustainability melalui kerjasama yang dapat dilakukan," kata Adam, lebih lanjut "WWF mendorong agar seluruh perusahaan yang menggunakan minyak kelapa sawit segera menetapkan tenggat waktu yang ambisius untuk memulai penggunaan minyak sawit lestari yang tersertifikasi, baik di Belgia ataupun di negara lain dimana bisnis mereka berlokasi, dan segera mulai membeli minyak sawit lestari secepatnya. Dengan demikain, kita dapat mewujudkan visi bersama untuk mewujudkan masa depan dimana minyak sawit lestari telah menjadi sebuah norma."
RSPO memandang bahwa komitmen nasional seperti yang dilakukan di Belgia dan Belanda merupakan inisiatif yang sangat penting untuk menggenjot penyerapan CSPO, dan harus dianggap sebagai sebuah best practice di Eropa.
RSPO dengan antusias menanti komitmen industri nasional berikutnya yang berupaya mewujudkan 100% penggunaan minyak sawit lestari pada tahun 2015. RSPO pun akan mengajak negara-negara Eropa lainnya untuk mengikuti inisiatif ini, dan memperkokoh posisi Eropa sebagai yang terdepan dalam praktik rantai pasokan yang bertanggung jawab (responsible supply chain practices).
Sumber : Info sawit
http://www.infosawit.com/index.php?option=com_content&view=article&id=145:belgia-pasar-spo-tahun-2015&catid=81:fokus






