TANGERANG - PKS Mini 5 - 10 ton TBS / jam resmi diluncurkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Kawasan Puspitek, Serpong pada 7 Februari 2012. PKS Mini ini dirancang untuk bekerja mandiri dan menjadi solusi alternatif pengolahan minyak sawit mentah (CPO) di daerah terpencil.
Daerah terpencil yang memiliki perkebunan kelapa sawit, kerap memiliki persoalan utama dalam infrastruktur yang terbatas. Karena itu, PKS mini dapat menjadi solusi tepat untuk mengolah Tandan Buah Sawit (TBS) dengan waktu yang relatif lebih cepat. Ketepatan waktu sangat dibutuhkan, pasalnya TBS harus cepat diproses dalam waktu 24 jam.
Kedepan, perkebunan kelapa sawit juga akan menghadapi persoalan besar, lantaran sulitnya mencari lahan yang luas. "Semakin sulit mencari lahan diatas 6000 hektare," kata peneliti BPPT, Indra Budi Susetyo kepada InfoSAWIT.
Inovasi PKS Mini yang dihasilkan BPPT ini, akan mengurangi ketergantungan petani dan perkebunan kelapa sawit skala kecil untuk mengolah hasil panennya. Pasalnya, biaya pembuatan PKS Mini relatif terjangkau dan memiliki produktivitas tinggi.
BPPT bekerjasama dengan PT Tracon untuk memasarkan hasil penelitian yang digadang-gadang akan memiliki daya jual tinggi. "Energi PKS dapat berasal dari limbah sawit, hanya menggunakan 25% solar pada saat start up dan mampu beroperasi selama 22 jam/hari," tukas Hermawan dari PT Tracon seraya mempromosikannya. (Fathan)
Sumber : Info Sawit.com
http://www.infosawit.com/index.php?option=com_content&view=article&id=162:bppt-resmi-luncurkan-pks-mini-rakyat&catid=37:lintas-newest






