JAKARTA - Bisnis minyak sawit kedepan dipastikan bakal menghadapi tantangan berat, terlebih bisnis minyak sawit kian licin di pasar internasional. Isu lingkungan dan kesehatan tentunya masih menjadi kendala utrama bisnis ini.
Menurut perwakilan Indonesian growers yang juga menjabat sebagai salah satu Executive Board di Roundtable Sustainable on Palm Oil (RSPO), Edi Suherdi, Indonesia semestinya melakukan peran sebagai leader dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan kelapa sawit. Sehingga memungkinkan Indonesia kedepan menjadi kekuatan baru dunia. "Peran aktif pelaku perkebunan kelapa sawit Indonesia sangat diperlukan, guna meningkatkan eksistensi di dunia internasional," kata Edi kepada InfoSAWIT baru-baru ini.
Eksistensi pelaku perkebunan kelapa sawit Indonesia dalam kancah internasional, sangat diperlukan untuk mendukung kepentingan industri sawit nasional. Sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia, sewajarnya Indonesia menjadi leader dalam melakukan setiap perannya.
Karenanya, dukungan dari asosiasi seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sangat diperlukan untuk mendukung setiap peran dari anggota dalam membangun industri kelapa sawit di dunia. "Minimal GAPKI memberikan early warning bagi anggota, apabila ada hambatan usaha," ujarnya.
GAPKI yang dalam waktu dekat akan melakukan regenerasi kepengurusan, perlu melakukan banyak pembenahan struktur organisasi guna memperkuat posisi. Keberadaan GAPKI dalam melakukan advokasi bagi anggota juga diperlukan, supaya memiliki reputasi baik di mata anggota.
"GAPKI harus melakukan perubahan demi kepentingan anggota, melakukan advokasi bagi anggota dan menjadi mitra setara pemerintah dalam mengatur kebijakan perkelapa-sawitan Tanah Air," Kata Edi yang juga sebagai salah satu pengurus GAPKI. (Ery)
Sumber : Info Sawit.com
http://www.infosawit.com/index.php?option=com_content&view=article&id=184:gapki-mesti-lebih-proaktif&catid=85:lintas-oldest&Itemid=299






