Mutu Certification
Pilih Bahasa : English | Indonesia
   

Mutu Certification Internasional

Gedung Baru Mutu Certification Internasional

Mutu Certification Internasional

Gedung Baru Mutu Certification Internasional

Mutu Certification Internasional

Jajaran Management Mutu Certification Internasional

Laboratorium

Suasana Laboratorium Mutu Certification Internasional

Pengujian

Karyawan Mutu Certification Internasional sedang Melakukan Pengujian

Quality Center

Mutu Certification Internasional

 Berita & Kegiatan
03 Feb 2012
​Geliat Industri Makanan & Minuman Melorot
Jakarta - Kinerja industri makanan dan minuman (mamin) tahun lalu tak sesuai target. Tahun 2011 industri mamin hanya tumbuh 8,34% padahal targetnya 10-13%.

Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan penurunan kinerja di sektor makanan sudah diraba oleh pelaku industri mendekati akhir tahun lalu.

"Itu sesuai dengan perkiraan terakhir sebesar 8%. Memang targetnya 10-13%, banyak kendala tahun lalu," kata Franky kepada detikFinance, Kamis (2/2/2012)

Franky mengatakan salah satu masalah yang krusial bagi industri mamin tahun lalu ada jaminan pasokan gas industri. Masalah ini melengkapi beberapa hambatan lainnya yang dialami industri berbasis pasar lokal ini.

"Masalah gas itu salah satunya," katanya.

Ia juga pernah mengatakan masalah lainnya adalah bunga bank yang masih tinggi. Investor-investor baru yang berbasis luar negeri akan mudah berinvestasi karena menggunakan dana sendiri atau perbankan dengan bunga murah. Sementara industri dalam negeri tergantung bunga bank lokal yang menyediakan bunga mahal.

Padahal, sambung Franky, apalagi untuk industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dimana sekitar 1 juta industri mamin, 99,5%-nya adalah industri UMKM dan rumah tangga.

Masalah lainnya mengenai masalah Upah Minimum Regional (UMR) yang sekarang sedang hangat dibicarakan. Kemudian masalah pembangunan Infrastruktur yang lambat dan biaya logistik yang mahal.

Industri mamin dalam negeri perlu mendapat perlindungan antara lain dengan cara penetapan wajib label berbahasa Indonesia yang menyatu dengan kemasan. Juga larangan menggunakan stiker. Saat ini banyak produk impor resmi dan ilegal yang beredar tanpa izin.

Selain itu diperlukan penguatan pengawasan di daerah perbatasan (antar negara), pelabuhan-pelabuhan resmi dan pelabuhan lain pun merupakan ancaman serius adalah import ilegal yang masih banyak di berbagai daerah perbatasan dan luar Jawa.

Gapmmi memang pernah mengestimasi pada 2011 nilai investasi di sektor makanan dan minuman nasional mencapai Rp 20 triliun memang terjadi penurunan dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 25,6 triliun. Pada tahun ini Gapmmi memperkirakan investasi di sektor mamin bisa mencapai Rp 30 triliun.

Adhi optimis tahun ini investasi maupun pertumbuhan sektor makanan dan minuman akan tumbuh lebih baik. GAPMMI targetkan omset industri makanan dan minuman akan tumbuh 8% sampai 10%, dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa dinilai menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan.

"Untuk tahun 2012, diharapkan omset industri makanan dan minuman akan tumbuh 8% sampai 10% atau lebih besar dari pertumbuhan tahun 2011," kata Ketua Umum Gapmmi Adi Lukman beberapa waktu lalu.

Sumber : detik.com
http://finance.detik.com/read/2012/02/02/144933/1832521/1036/geliat-industri-makanan-minuman-melorot

Klien Login
Silakan tekan tombol di bawah ini untuk login ke customer management system
Survey
Newsletter
Silakan masukan alamat email anda
Badan Akreditasi :
   
Jalinan Kerjasama :
 
Ditunjuk dan diakui :
Home | Hubungi Kami | Tautan | Webmail
© 1990 - 2012 Mutuagung Lestari. All Rights Reserved