JAKARTA - Regenerasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), yang sebentar lagi bakal berlangsung, menurut aktivis LINKS, Rudy Lamuru, akan berimbas kepada anggotanya. Menurutnya, GAPKI harus memiliki divisi hubungan luar negeri yang mampu menyuarakan kepentingan asosiasi dan dapat melakukan advokasi dalam menjelaskan masalah yang dihadapi anggotanya kepada dunia internasional.
Pentingnya keberadaan divisi luar negeri ini, merupakan kewajaran bagi GAPKI sebagai wadah yang menaungi kepentingan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit nasional. Pasalnya, keberadaan minyak sawit sudah menjadi komoditi utama minyak nabati dunia, sehingga permintaan pasar dunia akan minyak sawit makin tumbuh.
"Keberadaan divisi luar negeri dari GAPKI, sangat dibutuhkan anggotanya, terlebih dalam melakukan advokasi apabila ada anggota yang bermasalah," kata Rudy kepada InfoSAWIT.
Imbuhnya, reputasi yang dibangun perusahaan perkebunan kelapa sawit secara sendiri-sendiri, tidak cukup memiliki kekuatan dan pengaruh di dunia internasional. "Adanya image selalu kalah ditingkatan global sebenarnya tidak selalu begitu posisinya, karena penerapan sustainability di Indonesia masih terbilang baru," kata dia menjelaskan. (Ery)
Sumber: Info sawit.com
http://www.infosawit.com/index.php?option=com_content&view=article&id=185:perlu-ada-divisi-luar-negeri-di-gapki&catid=85:lintas-oldest&Itemid=299






