10 Negara Asia-Afrika Siap Bergabung di Dewan CPO

[:id]JAKARTA – Indonesia dan Malaysia menginisiasi pembentukan Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Countries/CPOPC). Kedua negara ini menguasai 85 persen supply minyak sawit di dunia dan diperlukan kerjasama membentuk organisasi guna melindungi petani sawit di kedua negara bahkan di dunia.

Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim Arief Havas Oegroseno menuturkan, ada kriteria yang ditetapkan untuk negara lain bisa masuk dalam CPOPC. Pertama, memiliki luas areal lahan perkebunan sawit, minimal produksi, dan kewajiban penggunaan pupuk ramah lingkungan dalam penanaman sawit.

“Kita enggak bisa sebutkan negara mana saja yang akan menjadi anggota, karena masih berunding. Tapi ada 9-10 negara dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang masuk dalam kriteria menjadi anggota CPOPC,” tutur Havas di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Dalam perundingan penetapan kriteria anggota CPOPC, Indonesia dan Malaysia menyepakati negara-negara yang hanya tidak mempunyai pohon tapi melakukan produksi sawit tetap tidak bisa masuk menjadi anggota CPOPC.

“Singapura itu tidak punya pohon tapi melakukan produksi. Usai berunding dengan Malaysia, yang masuk adalah negara yang punya kebun kelapa sawit. Negosiasi ini sudah kelar dan sudah dilakukan penandatanganan di Kuala Lumpur, Malaysia,” tuturnya.

Inti dari keberadaan Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit kecil di setiap negara pengekspor sawit.

“Mandat adanya ini adalah membantu petani kecil, membuat standar green economic zone, forum petani kecil dan LSM dapat tempat, serta melakukan upaya bersama untuk menangani kampanye gelap,” terangnya.

Sumber : economy.okezone.com[:en]JAKARTA – Indonesia and Malaysia initiated the establishment of the Council Producing Countries Palm Oil (Palm Oil Council of Countries / CPOPC). Both of these countries controlling 85 percent of the supply of palm oil in the world and needs to cooperate to form an organization to protect smallholders in both countries and the world.

Deputy First Division Maritime Sovereignty Arief Havas Oegroseno said, there are criteria established for other countries can be included in CPOPC. First, has a total area of oil palm plantations, minimal production, and the obligation to use environmentally friendly fertilizer in the planting.

“We can not get specify which countries will become members, because they confer. But there are 9-10 countries of Asia, Africa, and Latin America qualifies as a member CPOPC, “said Havas at the Coordinating Ministry for maritime, Jakarta, Monday (04/11/2016).

In negotiating the establishment of criteria CPOPC members, Indonesia and Malaysia have agreed countries that simply do not have the tree but did oil production still can not become a member CPOPC.

“Singapore has no tree but did production. After talks with Malaysia, whose entrance is a country that has oil palm plantations. This negotiation has been finished and is already signing in Kuala Lumpur, Malaysia, “he said.

The essence of the existence of a producing countries of palm oil is to improve the welfare of small farmers in each palm oil exporting country.

“The mandate of this existence is to help small farmers, creating a standard green economic zone, forums small farmers and NGOs could be the place, and make joint efforts to tackle illicit campaign,” he explained.

Source: economy.okezone.com

 [:]

No Comments

Post A Comment