Aksi Mitigasi Perubahan Iklim di PLTU Suralaya

[:id]Tanggal 1–2 Juni 2016 PT. Mutuagung Lestari mendapatkan kesempatan untuk melakukan audit Verifikasi Gas Rumah Kaca di PT. Indonesia Power Unit Pembangkit PLTU Suralaya. PT. Indonesia Power adalah anak perusahaan dari PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero). Tercatat sampai saat ini PT. Indonesia Power telah memiliki 8 (delapan) unit pembangkit (UP) salah satunya termasuk UP Suralaya ini. PLTU Suralaya berkomitmen untuk menurunkan Gas Rumah Kacanya (GRK) yang diwujudkan dengan melakukan 2 (dua) aksi mitigasi. Kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan Audit Mitigasi Perubahan Iklim di PLTU Suralaya tersebut.

PLTU Suralaya berkapasitas 3.400 MW yang terdiri dari 7 (tujuh) pembangkit listrik ini berbahan bakar batubara dan dibangun dalam tiga tahap. Berdasarkan laporan statistik Tahun 2014 dari PT. Indonesia Power menunjukkan kapasitas terpasang PLTU Suralaya mempunyai peranan sekitar 38,20% dari total kapasitas terpasang milik PT. Indonesia Power yang terkoneksi ke Jaringan Listrik Jawa Madura Bali (JAMALI). Selain penggunaan batubara, PLTU Suralaya juga menggunakan bahan bakar minyak diesel atau High Speed Diesel (HSD) untuk start awal dan Marine Fuel Oil (MFO) sebagai bahan bakar cadangan. Baik batubara, HSD maupun MFO ketiganya berkontribusi besar terhadap pelepasan emisi gas Karbon Dioksida (CO2) ke atmosfer bumi. Untuk mengurangi tingginya emisi Karbon Dioksida yang terlepas ke atmosfer bumi, PLTU Suralaya kemudian melakukan 2 aksi mitigasi.

PLTU Suralaya melakukan 2 aksi mitigasi perubahan iklim. Aksi mitigasi yang pertama adalah melakukan rehabilitasi boiler dan turbin generator di Unit 1 (satu) dan Unit 2 (dua). Selanjutnya aksi mitigasi yang kedua adalah melakukan penghematan konsumsi listrik melalui penggunaan lampu LED. Aksi mitigasi pertama bertujuan untuk memperpanjang masa manfaat teknologi, penyempurnaan pembakaran, meningkatkan kapasitas produksi uap dan untuk memperbaiki efisiensi unit pembangkitan yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan emisi gas Karbon Dioksida (CO2). Kemudian aksi mitigasi kedua bertujuan untuk mengurangi penggunaan konsumsi listrik sendiri. Lampu existing (Lampu TL, dan lain – lain) diganti dengan lampu LED yang rendah konsumsi listriknya. Lampu – lampu LED tersebut dipasang diberbagai lokasi.

Kegiatan audit ini juga disaksikan oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Pada saat audit mitigasi perubahan iklim di PLTU Suralaya tersebut, verifikator berkesempatan melakukan kunjungan ke unit pembangkit 1 (satu) dan 2 (dua) serta melakukan wawancara dengan para pekerja yang melakukan input data KWh listrik. Selain itu verifikator juga melakukan kunjungan ke gedung – gedung yang lampunya dipasangi lampu LED. Selama kegiatan audit berlangsung, Pihak Manajemen PLTU Suralaya sangat kooperatif dalam mendukung jalannya audit sehingga audit berjalan lancar dan tanpa kendala. Pihak PLTU Suralaya juga didampingi oleh perwakilan PT. Hydro Program International selaku konsultan dalam aksi mitigasi ini.

Aksi mitigasi yang dilakukan oleh PLTU Suralaya ini patut diapresiasi. Sampai saat ini sepertinya baru PLTU Suralaya yang mewujudkan komitmennya dengan melakukan verifikasi atas aksi mitigasi yang telah dilakukan menggunakan acuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) No. 15 Tahun 2013.

Sumber :
Marketing Communication & Board of Director
PT. Mutuagung Lestari[:en]On June 1-2 Pt Mutuagung Lestari had a chance to verification audit action of greenhouse gases emissions at PLTU (Center Steam Power Generator) Suralaya, unit of PT Indonesia Power. This PT is a division of PLN the State’s Power Company. Presently PT Indonesia Power owns eight (8) power generating units; one of the units is this Suralaya unit. The PLTU of Suralaya has a commitment to lower its greenhouse gasses emitments which is implemented to perform two mitigation action. We had our chance to do the mitigation action audit of climate change in Surabaya.

PLTU Suralaya has a capacity of 3400 Megawatts consisted of 7 power generator coal fueled and built in 3 stages. Based on Indonesia Power statistical report in 2014 showed that it has 38.2% of the company total capacity connectivity to the Java-Madura web of power interconnections. Besides using coal it also uses diesel fuel or High Speed Diesel (HSD) for its initial start and Marine Fuel Oil (MFO) as fuel reserve. Those 3 kinds of fuels contributed greatly to the emission of Carbon Dioxide (CO2) gas to earth’s atmosphere. To reduce the high emission to the atmosphere, Suralaya then performed 2 mitigation action.

PLTU Suralaya performed 2 actions in climate change mitigation. The first mitigation is to rehabiliate of its boilers and generator turbines in unit 1 and unit 2. The other mitigation is savings in electricity consumptions by the usages of LED light bulbs. The first mitigation is to lengthen equipments technological life usages, perfection in combustions, increase steam productivity, and to improve efficiency of generators which is expected to contribute to the lowering of CO2 emissions. The second mitigation is meant to reduce their own electric consumption. Existing light bulbs (TL lamps, etc.) were replaced by LED bulbs which are low in electricity consumption, and are installed in various location of the plant.

The audit activities were witnessed by representatives from the Ministry of Environmental and Forestry and Ministry of Energy and Mineral Resources. In this mitigation activities, the verificators visited Unit 1 and Unit 2 and held interviews wit the workers doing inputs of electricity KWh data, they also visited the buildings which new LED light bulbs were installed. While audit activities are performed, they received the management’s full cooperatives so the audit runs smoothly without any problems. The PLTU is also observed by PT Hydro program International, who is the consultant of these mitigation actions.

We appreciate the PLTU Suralaya’s  mitigation actions. Up till now it seems that PLTU Suralaya realized commitment to by doing verifications of mitigation actions referring to the Regulations of the Environmental Minister (Permen LH) No.15/2013.

Source:
Marketing Communication &  Board of Directors
PT Mutuagung Lestari[:]

No Comments

Post A Comment