BSN Gelar Pameran Bulan MUTU

Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah menggelar Pameran Mutu Indonesia atau Indonesia Quality Expo (IQE) 2015. Acara ini dibuka oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir. Pameran ini melibatkan UKM, Institusi Pemerintah dan juga Perusahaan Swasta.

Selain pameran dilakukan juga serangkaian kegiatan, antara lain seminar, forum diskusi, konsultasi publik, komite teknis dan sebagai ditutup dengan penganugrahaan SNI Award.

Acara yang dilaksanakan dua hari tanggal 9-10 November lalu mengangkat tema “70 Tahun Merdeka: Standar Mempercepat Transformasi Indonesia Menuju Lebih Baik”. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi momen dan wahana yang tepat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berbagi informasi standardisasi, saling berpromosi, serta menyatukan langkah bersama dalam mengangkat produk nasional Indonesia agar mampu berjaya di negeri sendiri maupun di pasar Asia Tenggara (ASEAN). Pameran IQE dilaksanakan juga untuk memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional tahun 2015.

Mutuagung Lestari berpartisipasi dalam acara Forum Diskusi Partisipasi Konsumen Dalam Kegiatan Standarisasi. Adapun tujuan dari acara ini memberikan edukasi kepada konsumen/lembaga konsumen mengenai peran penting mereka dalam kegiatan standarisasi.

Acara yang menghadirkan narasumber Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Dewi Odjar Ratna Komala memaparkan mengenai peran masyarakat dalam kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian. Diantaranya adalah dengan mengusulkan SNI dan memberi masukan dalam proses perumusan SNI, mencari dan mendapatkan informasi untuk menerapkan SNI, membangun budaya standar, dan bahkan bila masyarakat menemukan adanya penyalahgunaan tanda SNI, masyarakat pun dapat melaporkan hal tersebut kepada kementerian/LPNK, pemda, aparat hukum, serta instansi terkait.

Selain partisipasi di dalam negeri, konsumen pun dapat berpartisipasi dalam standar internasional. Seperti diketahui, terdapat 4 komite kebijakan dalam ISO (International Organization for Standardization), diantaranya adalah Committee On Consumer Policy (COPOLCO). Pada kesempatan ini, Ketua Pokja COPOLCO, Rifana Erni memaparkan peran dan manfaat COPOLCO di Indonesia, terutama bagi konsumen. Partisipasi konsumen menjadi sangat penting untuk menghasilkan suatu standar yang berkualitas dan relevan atau yg dibutuhkan oleh konsumen.

Sementara, Ketua pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo memaparkan mengenai langkah-langkah penanganan pengaduan di YLKI, sebagai tindak lanjut partisipasi masyarakat dalam kegiatan standardisasi. Sudaryatmo juga menekankan pentingnya kepedulian masyarakat dalam pengawasan produk ber-SNI.

Selain Sudaryatmo, Forum ini juga menghadirkan Pemerhati Konsumen, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen, Gunarto. Gunarto membahas perpektif konsumen terhadap manfaat standar dalam perlindungan konsumen terkait keamanan, keselamatan, kesehatan produk dan jasa serta fungsi kelestarian lingkungan. Dalam kesempatan ini, Gunarto menyampaikan tantangan ke depan terkait standardisasi di Indonesia. Diharapkan, baik masyarakat maupun pelaku usaha bisa meningkatkan kepeduliannya dalam hal mutu, sehingga SNI menjadi pertimbangan utama masyarakat / konsumen dalam menentukan pilihan.

Sumber :
PT.Mutuagung Lestari
Marcom

No Comments

Post A Comment