Indonesia Melawan Prancis Melalui WTO


Indonesia Melawan Prancis Melalui WTO – Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO)
telah menjadi standar bagi para pelaku sawit di Indonesia untuk mengembangkan produk kelapa sawit yang berkelanjutan. Meskipun standar ISPO ini telah diwajibkan di Indonesia dan para pengusaha sawit telah menerapkannya. Tetap saja negara maju di Eropa khususnya Prancis menyerukan agar dikenakannya pajak progresif terhadap produk dari cpo (crude palm oil) ini.

Pemerintah Indonesia merasakan adanya perlakuan diskriminatif yang dilakukan pemerintah Prancis terhadap negara-negara berkembang. Dikutip dari Perkebunan News, “Kami yang tidak suka adalah teriakan mereka sangat lantang soal ini,” jelas Franky

Terbukti, berdasarkan catatannya penyerapan CPO di negara Prancis hanya sekitar 400.000 ton, atau hanya 10% dari total ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa yang tiap tahun mencapai 4 juta ton. Angka tersebut terbilang sangat kecil jika dilihat dari volume ekspor.

Artinya, dalam hal ini Prancis memperlihatkan ketidakadilan dari negara maju kepada negara berkembang. Padahal, selama ini Indonesia telah berupaya dan berhasil mengembangkan produk kelapa sawit berkelanjutan atau sustainability palm oil lewat sertifikasi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO).

“Jadi alasan Prancis menerapkan pajak progresif untuk produk sawit karena dianggap tidak ramah lingkungan patut di pertanyakan,” terang Franky.

Hal senada diungkapkan Deputi bidang Pertanian dan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud bahwa Indonesia sangat serius akan mengadukan gugatan pemerintah Prancis ke WTO.

Tapi hal ini masih bersifat kondisional dengan catatan jika negoisasi bersifat buntu. Sebab yang diinginkan pelaku industri sawit di Indonesia adalah tidak adanya pengenaan pajak tambahan ekspor CPO sepeserpun. Bukannya penurunan pajak tambahan.(Perkebunan News)

Melihat hal ini sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia tidak gentar terhadap ancaman ini. Kita seharusnya bangga dengan standar ISPO yang kita miliki saat ini. Dengan standar ini kita sebagai pelaku industri kelapa sawit telah berkomitmen untuk fokus kepada produk kelapa sawit yang berkelanjutan. Dan sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar, ISPO mengubah wajah industri kelapa sawit ini sebagai industri yang ramah lingkungan. (BOS)

Sumber :

Div.Marcoom
PT.Mutuagung Lestari

No Comments

Post A Comment