Jatuhnya Ringgit Tidak Mempengaruhi Stabilitas Harga Sawit

INFO SAWIT, KUALA LUMPUR – Menteri Industri, Perladangan dan Komoditas Datuk Amar Douglas Uggah Embas mengatakan, nilai ringgit yang susut terhadap dolar Amerika Serikat (US) tidak mempengaruhi stabilitas harga minyak kelapa sawit dan karet dalam negeri.

Menurutnya penurunan harga kedua komoditas tersebut bersumber dari beberapa faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi yang melambat di negara importir seperti China, Uni Eropa dan AS, yang menyebabkan efek pada permintaan dan harga, dan peningkatan stok akibat produksi melebihi permintaan.

“Stok rata-rata minyak sawit nasional meningkat dari 1,99 juta ton pada 2013 menjadi 2,02 juta ton pada 2014 dan hingga September 2015, stok minyak sawit negara sebesar 2,63 juta ton, dan pada saat yang sama, stok minyak kedelai yang merupakan pesaing utama minyak sawit juga telah meningkat,” katanya seperti dikutip Bernama, Selasa.

Ia mengungkapkan, banyak yang menanyakan kenapa harga kelapa sawit dan karet turun dalam nilai ringgit meskipun komoditas tersebut dijual dalam dolar US yang meningkat tajam dibandingkan ringgit.

Mengenai tindakan yang diambil pemerintah untuk memulihkan harga komoditas-komoditas tersebut dan menjaga kesejahteraan petani khususnya, Uggah menjelaskan bagi minyak sawit, pemerintah telah meingkatkan penggunaan biodiesel dari program B5 ke B7 mulai November 2014 dan menyediakan dana sebesar RM100 juta bagi Skema Insentif Tanam Semula pada 2015.

Sedangkan untuk karet, katanya pemerintah sedang berusaha untuk meningkatkan produksi karet alam melalui produksi adonan karet dengan aspal dalam konstruksi jalan raya yang diharapkan dimulai tahun depan. (T3)

Sumber : Info Sawit

No Comments

Post A Comment