Lindungilah Produk Dalam Negeri dengan SNI

INILAHCOM, Jakarta – Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya mengatakan, penetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah cara cerdas dalam melindungi produk dalam negeri.

“Contoh suksesnya (SNI) adalah pemberian standar bagi produk ban yang beredar di tanah air,” ujar Bambang di Jakarta, Senin (14/3/2016).

Ban Indonesia, kata Bambang, memiliki kualitas standar yang tertinggi jika dibandingkan produk ban dari negara lain.

Indonesia menerapkan standar yang tinggi untuk ban, lanjut Bambang, lantaran faktor geografis seperti kondisi jalan curam, berlubang serta berliku.

Akibat standar yang tinggi tersebut, ban-ban impor harus menaikkan kualitas produknya sesuai dengan SNI. Hal itu juga melindungi produk ban dalam negeri yang sudah memenuhi SNI. “Meski diprotes produsen asing, tapi bisa melindungi produsen ban dalam negeri,” ungkap Bambang.

Bambang menilai, untuk setiap produk harus mempertimbangkan aspek perbedaan yang ada di setiap negara. “Misalnya saja untuk pipa, bisa dilihat dari aspek kondisi alam yang ada. Hal itu nantinya bisa dijadikan salah satu aspek dalam standarisasi. Sehingga produk asing yang masuk harus menyesuaikan dengan SNI,” terang Bambang.

Hal tersebut juga diperbolehkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. Termasuk mewajibkan produk impor yang masuk ke Indonesia, harus menyesuaikan dengan SNI, meskipun produk tersebut sudah dilengkapi dengan standar internasional.

“Jadi secara tidak langsung SNI melindungi industri dalam negeri,” papar Bambai usai kunjungan ke salah satu perusahaan pipa di Bekasi, Jawa Barat, yakni Bakrie Pipe Industries yang mengeluhkan lesunya penjualan pipa dalam beberapa tahun terakhir, karena serbuan pipa impor.

Direktur Utama PT Bakrie Pipe Industries, R Atok Hendrayanto mengatakan, perlu adanya pengawasan terhadap penerapan SNI, karena banyak proyek pemerintah yang menggunakan pipa impor dan tak ada SNI. “Padahal seharusnya pemerintah harus mendukung industri dalam negeri,” papar Atok.[tar]

Sumber :
Inilah.com

No Comments

Post A Comment