Manajemen IPOP Siap Dukung Pemerintah Atasi Masalah Petani Sawit

[:id]

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Eksekutif IPOP Nurdiana Darus mengatakan bahwa pihak manajemen Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP) memastikan bahwa pihaknya akan terus mendukung pemerintah dalam mengatasi masalah para petani sawit tanah air.

“Kami telah merancang program dan aksi nyata untuk menyelesaikan akar permasalahan mendasar yang dialami petani sawit. Solusi petama yang dibutuhkan adalah memetakan siapa dan kelompok pemangku kepentingan dan kapan upaya ini harus dilakukan,” demikian kata Direktur Eksekutif IPOP Nurdiana Darus seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu(20/4).

Pasalnya untuk mengidentifikasi dan memahami akar permasalahan yang dialami petani sawit. Langkah pertama ini akan menentukan suksesnya dukungan untuk mengatasi permasalahan legal dan
teknis, yang pada akhirnya memungkinkan petani untuk mengimplementasikan praktik berkelanjutan di lapangan.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini, semua penandatangan ikrar IPOP – Asian Agri, GAR, Wilmar, Cargill, Musim Mas dan Astra Argo Lestari sangat aktif dalam mengimplementasikan program pemberdayaan petani, baik plasma maupun swadaya yang secara kolektif berkontribusi terhadap 40% minyak sawit Indonesia.

Program pemberdayaan petani tersebut akan terus dilakukan oleh masing-masing perusahaan secara kolektif melalui program pemberdayaan IPOP. Upaya kolektif tentunya akan membawa dampak yang lebih besar terhadap peningkatan produktivitas dan kapasitas petani di Indonesia,” demikian katanya.

Sementara itu John Hartmann, CEO Cargill Tropical Palm mengatakan bahwa Petani merupakan bagian penting untuk memenuhi permintaan global terhadap kelapa sawit berkelanjutan. Praktik berkelanjutan telah menciptakan dampak nyata terhadap petani plasma dan swadaya yang didampingi Cargill.

“Praktik ini terbukti telah meningkatkan pendapatan, memungkinkan operasional yang lebih efisien, tepat guna, dan menghasilkan panen yang lebih tinggi,” demikian kata John Hartmann.

Sumber : jitunews.com

[:en]JAKARTA, JITUNEWS.COM  – Executive Director IPOP Nurdiana Darus said that the management of Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP) ensure that it will continue to support the government in addressing the problem of smallholders homeland.

“We have designed programs and concrete action to resolve the fundamental problem experienced by root smallholders. First Instant solution required is mapped out what are the stakeholder groups problems and when this effort must be made, “said Executive Director IPOP Nurdiana Darus as in a written statement received Jitunews.com , Wednesday (20/4).

The reason is to identify and understand the root of the problems experienced by smallholders. This first step will determine the success of support to overcome the problem of legal and technical, which in turn allows farmers to implement sustainable practices in the field.

He also confirmed that to date, all signatories pledge IPOP – Asian Agri, GAR, Wilmar, Cargill, Musim Mas and Astra Argo Lestari  are very active in implementing the empowerment of farmers, both plasma and self-management that collectively contribute to 40% of Indonesia’s palm oil.

The farmers empowerment program will continue to be made by each company collectively through empowerment programs IPOP. The collective efforts will certainly bring a greater impact on productivity improvement and capacity of farmers in Indonesia, “he said.

Meanwhile John Hartmann, CEO of Cargill Tropical Palm said that the farmer is an important part to meet the global demand for sustainable palm oil. Sustainable practices has created a significant impact on farmers and self-help were accompanied by Cargill.

“This practice has proven to improve incomes, enabling more efficient operations, cost efficient, and produce higher yield,” said John Hartmann.

Sources : jitunews.com

[:]

No Comments

Post A Comment