Launching Penerapan Sistem Monitoring Residu Nasional

[:id]Jakarta, 15 Oktober 2015 – Bertempat di Santika Premier Hotel Jakarta diadakan acara Launching Penerapan Sistem Monitoring Residu Nasional. Dalam acara tersebut membahas mengenai potensi perikanan budidaya di Indonesia yang cukup besar dan memberikan peluang bagi Indonesia untuk dapat memproduksi ikan hasil budidaya sebanyak-banyaknya. Salah satu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) untuk mengoptimalkan peluang dengan menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, dengan mengendalikan residu.

“Untuk dapat menghasilkan produk perikanan budidaya yang berkualitas dan aman dikonsumsi, tanpa mengandung residu antibiotik dan bahan kimia yang dilarang maka perlu diterapkan sistem monitoring residu nasional” jelas Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto saat memberikan arahan dalam acara tersebut.

Dia menambahkan, pihaknya telah berhasil melakukan pengendalian residu, sekaligus melakukan monitoring penggunaan residu pada usaha budidaya. “Setelah ditemukannya residu pada komoditas ekspor bandeng pada 2006 lalu, pemerintah berupaya untuk melakukan perbaikan dalam menerapkan National Residue Monito ring Plan (NRMP) terhadap semua komoditas perikanan budidaya,” lanjut Slamet.

Selain itu, Slamet  Soebjakto juga memberikan apresiasi kepada tiga laboratorium swasta yang selama kurang lebih lima tahun ini membantu pengujian sampel monitoring residu produk produk perikanan budidaya, salah satunya yaitu PT, Mutuagung Lestari.

Pada kesempatan tersebut, PT. Mutuagung Lestari di wakili oleh Presiden Direktur Arifin Lambaga memberikan penghargaan kepada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang diterima langsung oleh Slamet Soebjakto. Penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam rangka 25th Silver Aniversary PT. Mutuagung Lestari untuk kategori Best Customer. Arifin menyampaikan “Dirjen Perikanan Budidaya telah menjalin kerjasama yang baik selama 6 tahun dalam Program Monitoring Residu Nasional dan merupakan bentuk komitmen PT. Mutuagung Lestari untuk senantiasa meningkatkan pelayanannya dan bersama menciptakan masa depan yang lebih baik”.[:en]Jakarta, 15 Oktober 2015 – Bertempat di Santika Premier Hotel Jakarta diadakan acara Launching Penerapan Sistem Monitoring Residu Nasional. Dalam acara tersebut membahas mengenai potensi perikanan budidaya di Indonesia yang cukup besar dan memberikan peluang bagi Indonesia untuk dapat memproduksi ikan hasil budidaya sebanyak-banyaknya. Salah satu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) untuk mengoptimalkan peluang dengan menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, dengan mengendalikan residu.

“Untuk dapat menghasilkan produk perikanan budidaya yang berkualitas dan aman dikonsumsi, tanpa mengandung residu antibiotik dan bahan kimia yang dilarang maka perlu diterapkan sistem monitoring residu nasional” jelas Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto saat memberikan arahan dalam acara tersebut.

Dia menambahkan, pihaknya telah berhasil melakukan pengendalian residu, sekaligus melakukan monitoring penggunaan residu pada usaha budidaya. “Setelah ditemukannya residu pada komoditas ekspor bandeng pada 2006 lalu, pemerintah berupaya untuk melakukan perbaikan dalam menerapkan National Residue Monito ring Plan (NRMP) terhadap semua komoditas perikanan budidaya,” lanjut Slamet.

Selain itu, Slamet  Soebjakto juga memberikan apresiasi kepada tiga laboratorium swasta yang selama kurang lebih lima tahun ini membantu pengujian sampel monitoring residu produk produk perikanan budidaya, salah satunya yaitu PT, Mutuagung Lestari.

Pada kesempatan tersebut, PT. Mutuagung Lestari di wakili oleh Presiden Direktur Arifin Lambaga memberikan penghargaan kepada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang diterima langsung oleh Slamet Soebjakto. Penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam rangka 25th Silver Aniversary PT. Mutuagung Lestari untuk kategori Best Customer. Arifin menyampaikan “Dirjen Perikanan Budidaya telah menjalin kerjasama yang baik selama 6 tahun dalam Program Monitoring Residu Nasional dan merupakan bentuk komitmen PT. Mutuagung Lestari untuk senantiasa meningkatkan pelayanannya dan bersama menciptakan masa depan yang lebih baik”.[:]

No Comments

Post A Comment