Loading...

Agustus 3, 2026

Standar Global Kian ketat, Industri Sertifikasi Kian Prospektif

Jakarta, FORTUNE – Ketatnya standar perdagangan global diperkirakan akan mendorong pertumbuhan industri sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi (Testing, Inspection and Certification/TIC) di Indonesia. Perusahaan kini tidak lagi hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus mampu membuktikan bahwa proses produksi, rantai pasok, hingga tata kelola bisnisnya telah memenuhi standar nasional maupun internasional.

Perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya tuntutan pasar terhadap aspek keberlanjutan, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga transparansi rantai pasok. Berbagai negara tujuan ekspor juga mulai menerapkan regulasi yang mewajibkan perusahaan menunjukkan kepatuhan terhadap standar tersebut melalui proses audit dan sertifikasi independen.

Di Uni Eropa, misalnya, European Union Deforestation Regulation (EUDR) mewajibkan komoditas seperti kelapa sawit, kopi, kakao, kayu, karet, dan turunannya memiliki sistem ketertelusuran (traceability) sebelum dipasarkan. Sementara itu, Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) mulai diberlakukan secara bertahap untuk mendorong transparansi emisi karbon pada sejumlah produk industri yang masuk ke kawasan tersebut. Regulasi-regulasi tersebut membuat layanan sertifikasi dan verifikasi semakin dibutuhkan pelaku usaha yang ingin mempertahankan akses ke pasar global.

Baca Berita Selengkapnya