Bisnis.com, JAKARTA — Emiten jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU) atau MUTU International berencana memperluas bisnis ke Vietnam dan menjajaki peluang ekspansi di kawasan Indochina. Perseroan membidik sektor kehutanan, lingkungan, pertanian, hingga layanan inspeksi halal sebagai sumber pertumbuhan baru. Dalam strategi ekspansi tersebut, MUTU menyiapkan pembentukan kantor cabang di Vietnam untuk memperkuat operasional dan memperluas jangkauan layanan di Asia Tenggara. Negara tersebut juga diproyeksikan menjadi basis pengembangan bisnis regional perseroan, termasuk untuk menjangkau pasar Laos dan Kamboja. Langkah ekspansi itu ditindaklanjuti melalui kunjungan kerja manajemen MUTU International ke Vietnam yang melibatkan Presiden Direktur Arifin Lambaga, Wakil Presiden Direktur Roestiandi Tsamanov, serta tim pengembangan bisnis. Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan koordinasi dengan mitra lokal, pengembangan struktur operasional, dan percepatan penjajakan peluang bisnis. Presiden Direktur MUTU International Arifin Lambaga mengatakan Vietnam memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau testing, inspection, and certification (TIC) di Asia Tenggara. Perseroan melihat peluang untuk memperluas portofolio jasa seiring berkembangnya kebutuhan industri terhadap standar kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan.
“Vietnam memiliki potensi strategis untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bisnis MUTU International di kawasan. Kami melihat peluang yang semakin terbuka untuk memperluas layanan, membangun kemitraan yang lebih kuat, dan menghadirkan solusi pengujian, inspeksi, serta sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri di tingkat regional,” ujar Arifin dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (20/10/2026). Menurutnya, ekspansi ke Vietnam merupakan bagian dari strategi jangka panjang MUTU International untuk meningkatkan daya saing perusahaan di industri TIC regional. Perseroan ingin menjadikan pengembangan bisnis di negara tersebut sebagai fondasi untuk memperluas penetrasi pasar di kawasan Asia.
Baca Berita Selengkapnya