Tanggung Jawab dan Tugas Audit Internal

Tanggung Jawab dan Tugas Audit Internal

Tugas audit internal sangat penting bagi perusahaan yang aktif beroperasi. Agar dapat memastikan operasional dan manajemen perusahaan tetap berjalan lancar, baik serta efektif. Audit internal dilakukan oleh lembaga atau pihak ketiga yang sifatnya independen dan objektif. Sehingga tugas yang dijalankan bisa menghasilkan kegiatan konsultasi yang dapat meningkatkan serta memperbaiki nilai perusahaan. 

Jadi, audit internal dapat memberikan evaluasi dan juga solusi untuk perusahaan agar dapat melakukan perbaikan dan operasional yang lebih baik. Di sini akan diulas lebih lanjut mengenai tanggung jawab sekaligus tugas dari audit internal di perusahaan.

 

Daftar Tanggung Jawab dan Tugas Audit Internal 

Untuk bisa menjalankan audit internal, para auditor menjalankan prinsip yang menjunjung tinggi integritas, objektivitas serta kerahasiaan. Terdapat kompetensi tertentu dan juga kode etik terkait yang harus diterapkan. Dalam skema PDCA (Plan Do Check Action), audit internal mengambil tugas penuh di bagian check dan melakukan pemeriksaan menyeluruh bahwa semua yang dilakukan dan direncanakan perusahaan berjalan sesuai dengan rencana. Berikut adalah tanggung jawab dan tugas dari audit internal bagi perusahaan!

1. Mengumpulkan Informasi Lengkap Tentang Auditee

Lembaga atau perusahaan yang akan diaudit disebut dengan auditee. Tugas auditor adalah mengetahui seluk beluk dan pengetahuan yang lengkap secara menyeluruh tentang perusahaan. Mulai dari cara kerja atau procedural, struktur organisasi serta setiap laporan yang tersedia. Jika tidak memiliki pengetahuan dan informasi lengkap mengenai hal ini, maka tak banyak yang akan bisa dikerjakan oleh auditor saat bertugas.

2. Meninjau Dokumen dan Syarat-Syarat yang Berlaku

Auditor harus melakukan peninjauan dan memeriksa setiap dokumen dan syarat-syarat yang diperlukan. Hal ini menjadi kunci kesuksesan audit perusahaan. Sehingga auditor dapat memahami setiap proses penting dan menelusurinya dengan catatan dokumen yang lengkap. Kinerja auditor juga jadi lebih mudah.

3. Merencanakan Program Audit dengan Rinci

Audit tidak bisa dilakukan secara mendadak atau tiba-tiba saja tanpa persiapan yang jelas. Sebelum melakukan tugas audit internal, auditor menginformasikan dan menjadwalkannya bersama auditee. Sebab, tujuan utama dari melakukan audit internal bukanlah untuk mencari-cari kesalahan yang dilakukan perusahaan. Melainkan agar dapat menginisiasi dan mengevaluasi perbaikan bagi perusahaan.

4. Menyusun Audit Checklist

Audit checklist atau daftar pertanyaan saat audit internal, merupakan tugas yang harus dilakukan oleh auditor. Sangat penting untuk melakukan pencatatn daftar hal-hal yang harus ditanyakan. Checklist ini juga berguna bagi auditee untuk bisa mempersiapkan dokumen atau data yang dibutuhkan demi menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

5. Memeriksa Sistem dengan Menyeluruh

Meski sudah ada audit checklist yang disiapkan, tetap saja tugas audit internal tidak hanya terpaku pada hal tersebut. Melainkan harus menjadi lebih jeli dan teliti untuk memeriksa seluruh cakupan area auditee. Audit internal akan melakukan pemeriksaan pada sistem lingkungan kerja, komitmen dan konsistensi auditee untuk melakukan perbaikan sistem. Jika bersikap abai pada komitmen maka kegiatan audit internal hanya akan menjadi sebuah kegiatan demi pemenuhan administrasi saja. 

6. Melakukan Pengumpulan dan Analisis Bukti Audit

Tidak cuma mengumpulkan dan mengevaluasi kekurangan yang harus diperbaiki. Audit internal juga berguna untuk menemukan prestasi yang telah diraih perusahaan. Sehingga, untuk setiap temuan dalam proses audit haruslah disertai bukti-bukti yang memadai. Karena auditor tidak boleh sampai gegabah dan menjadi salah langkah.

7. Melaporkan Temuan Audit

Setiap temuan yang ada pada proses audit internal harus dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti. Untuk melakukan proses tindak lanjut juga auditor akan memberikan tenggat waktu yang paling ideal, sehingga temuan masalah tersebut bisa dikerjakan oelh auditee. Tanpa mengulur-ulur waktu.

8. Melakukan Pemantauan Pada Auditee

Tugas audit internal juga harus memantau tindak lanjut dari hasil audit yang dilakukan. Memastikan apakah sudah dilakukan pengerjaan dan perbaikan oleh auditee. Tugas tersebut harus diselesaikan selama masa tenggat yang sudah diberikan.

 

Jenis Audit Internal untuk Perusahaan

Tanggung Jawab dan Tugas Audit Internal

Berikut ini merupakan jenis audit internal yang biasanya dilakukan auditor untuk perusahaan.

1. Audit Teknologi Informasi

Untuk jenis audit yang satu ini dilaksanakan guna melakukan penilaian mencakup sistem informasi perusahaan. Auditor akan memastikan apakah sudah berjalan dengan aman. Selain itu, diberlakukan audit ini agar dapat memastikan perlindungan data sensitif dengan lebih akurat.

2. Audit Operasional

Audit operasional memiliki cakupan pada berbagai bidang, salah satunya adalah melakukan evaluasi untuk pengendalian internal. Apakah sudah terlaksana dengan baik dan beroperasi sesuai fungsinya. Audit ini dilakukan untuk melakukan peninjauan apakah perusahaan sudah melakukan prosedurnya dengan konsisten dan efisien. Apakah jalannya aktivitas operasional perusahaan telah sesuai dengan standar, kebijakan dan memenuhi persyaratan.

3. Audit Kinerja

Sementara itu, untuk tugas audit internal khusus kinerja adalah melakukan evaluasi kinerja sebuah perusahaan. Kemudian melakukan komparasi dengan tujuan dan sasaran yang sudah disusun sebelumnya oleh para direksi atau oleh manajemen perusahaan.

 

Kualitas yang Dibutuhkan dan Dihindari dari Auditor Internal

Dalam menjalankan setiap tugasnya, ada beberapa kualitas atau prinsip kerja yang dibutuhkan demi suksesnya tugas audit internal. Di antaranya sebagai berikut:

  • Bersikap independen dan tidak memiliki keberpihakan
  • Teliti dan telaten saat mengamati visual dan mendengarkan laporan yang disampaikan
  • Kemampuan dalam menyusun catatan yang detail dan terstruktur
  • Komunikatif dan dapat bersikap bijaksana
  • Berpengalaman dan didukung pengetahuan luas terkait objek yang jadi auditee

Sementara itu, berikut ini adalah beberapa hal yang dihindari atau tidak diharapkan dari para auditor:

  • Tidak bekerja secara independen dan banyak dikendalikan oleh auditee demi keuntungan
  • Persiapan yang buruk dan tidak matang selama proses audit
  • Kurangnya pengetahuan dan informasi sehingga menjadi tidak tegas dan tidak memiliki konsistensi
  • Terlalu ekspresif secara berlebihan
  • Terlalu subyektif dalam melakukan penilaian dan tidak dapat memisahkan urusan personal
  • Tidak memiliki ketelitian dalam penyimpanan catatan audit

Untuk dapat bertugas sesuai dengan tanggung jawab yang diemban, audit internal memiliki wewenang sebagai berikut:

  • Memiliki akses akan informasi yang dibutuhkan dengan lengkap
  • Dapat berkomunikasi secara langsung dengan dewan direksi, komisaris dan komite audit
  • Menggelar rapat secara rutin atau berkala dengan dewan direksi, komisaris dan komite audit sekaligus
  • Melakukan koordinasi dengan auditor eksternal untuk kesuksesan tugasnya

Demikian mengenai tugas audit internal beserta tanggung jawabnya yang harus Anda ketahui. Jangan sampai Anda salah dalam memilih partner untuk melakukan audit. Karena kegiatan ini merupakan sebuah aktivitas krusial yang harus ditangani ahlinya jika ingin memajukan perusahaan Anda. 

Perusahaan Anda bisa bekerja sama dengan MUTU International sebagai penyedia jasa layanan sertifikasi, inspeksi, serta pengujian. MUTU Internationa; telah berdiri sejak 1990 dan telah bekerja sama dengan lebih dari 3000 perusahan di berbagai sektor industri. Sehingga Anda juga bisa mempercayakan kebutuhan audit bagi perusahaan Anda kepada kami.

Silahkan hubungi MUTU International melalui E-Mail: [email protected], Telepon: (62-21) 8740202 atau kolom Chat box yang tersedia. Hubungi MUTU International sekarang juga. Follow juga seluruh akun sosial media MUTU International di Instagram, Facebook, Linkedin, Tiktok, Twitter, Youtube dan Podcast #AyoMelekMUTU untuk update informasi menarik lainnya.