Ketahui Bibit Sawit Unggul dengan Ciri Berikut

Hutan Bakau: Manfaat untuk Makhluk Hidup, Hutan Bakau Terluas

Hutan bakau atau mangrove merupakan kawasan vegetasi yang sangat berperan penting bagi alam dan makhluk hidup. Keberadaannya mampu memberi berbagai manfaat, seperti dua di antaranya yakni sebagai penyaring dan penjaga mutu atau kualitas air.

Sebagai negara kepulauan, tentu Indonesia memiliki kawasan vegetasi bakau dengan luas berjuta-juta hektar. Penasaran terkait hal ini? Lebih lengkap penjelasan mengenai manfaat hingga daftar area vegetasi bakau terluas dapat Anda dapatkan dari pembahasan informatif ini!

 

Apa itu Hutan Bakau?

Hutan mangrove atau bakau merupakan kawasan vegetasi yang tumbuh di area rawa-rawa berair payau. Lokasinya berada pada garis pantai. Eksistensinya dipengaruhi oleh kenaikan dan penurunan air laut, dan tersedia di area pantai, termasuk lingkungan muara sungai.

 

Manfaat Hutan Bakau

Jika pada sebelumnya telah disebutkan bahwa manfaat hutan mangrove atau bakau adalah sebagai penyaring dan penjaga kualitas air, namun nyatanya tidak hanya demikian. Kawasan vegetasi ini pun menawarkan beberapa manfaat lainnya. Berikut adalah masing-masing penjelasan manfaat tersebut:

1. Mencegah Abrasi

Apa itu abrasi? Ini merupakan suatu proses berlangsungnya pengikisan daratan akibat gelombang air laut, sehingga menimbulkan longsornya tanah. Area pantai bisa mengalami proses abrasi dalam waktu singkat jika tiada penahan pada kawasan itu. 

Dengan adanya hutan bakau, maka abrasi dapat dicegah dengan baik karena ia memiliki fungsi sebagai penyeimbang ekosistem pantai. Melalui kembalinya kondisi pantai yang normal, maka masyarakat bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan. 

2. Menjaga Habitat Biota Laut

Kawasan vegetasi bakau merupakan salah satu lokasi ternyaman bagi sejumlah spesies makhluk hidup serta organisme. Contohnya seperti ikan, udang, hingga kepiting. Ketiga spesies tersebut tentu berkembang biak di area vegetasi bakau.

3. Menjadi Suplai Makanan untuk Hewan Ternak

Hutan mangrove atau bakau bisa berguna sebagai sumber makanan alternatif untuk hewan ternak. Lebih tepatnya, tanaman bakau bisa diproses melalui penghancuran dan gilingan sehingga menjadi pakan ternak berbentuk bubuk.

Makanan alternatif ini mengandung beragam nutrisi yang begitu baik bagi tumbuh kembang hewan ternak. Adapun hewan yang dimaksud yakni seperti unggas, kambing, dan sapi.

4. Menjadi Sumber Pendapatan bagi Masyarakat

Hutan bakau berguna sebagai sumber pendapatan masyarakat yang bermukim di area pantai. Khususnya mereka yang menjadi nelayan atau pembudidaya bibit udang, ikan, dan sejenisnya. 

Sebab, hutan ini merupakan tempat yang cocok untuk membudidayakan bibit-bibit tersebut. Dengan tempat pembibitan yang baik, maka perolehan ikan dan udang pun juga baik. Tentu hal itu berimbas pada daya jual yang tinggi.

5. Menjadi Bahan Penghasil Obat

Tanaman bakau bisa dimanfaatkan sebagai komposisi obat-obatan. Adapun bagian-bagian yang biasa dimanfaatkan di antaranya yakni daun, kulit pohon, bibit, buah, akar, hingga batang. 

Sejumlah kondisi yang dapat disembuhkan menggunakan bagian-bagian tumbuhan bakau tersebut adalah diare, luka, diabetes, sakit perut, infeksi kulit, peradangan, sakit gigi, hingga konjungtivitis atau mata merah. Selain itu, tanaman ini juga berguna sebagai bahan pengusir nyamuk.

6. Menjadi Penahan Angin dan Badai

Kawasan vegetasi bakau sudah pasti terdiri atas beragam tumbuhan bakau atau mangrove yang lebar dan tahan angin serta badai. Dengan ketahanan tersebut, maka tanaman bakau bisa meminimalisir banjir akibat badai melalui perlambatan aliran air dan pengurangan gelombang laut agar tidak menjangkau daratan. 

Perlu diketahui, setiap satu kilometer kawasan vegetasi bakau berkemampuan untuk meminimalisir dampak badai hingga 75%. Tentunya, area bakau seluas 1 kilometer tersebut bisa mengurangi level banjir yang ada di pesisir. 

7. Meminimalisir Dampak Tsunami

Mengadopsi dari istilah berbahasa Jepang, Tsunami merupakan gelombang raksasa yang bangkit dikarenakan letusan gunung berapi atau gempa bumi yang terjadi di bawah laut. Hutan bakau tidak mampu mencegah tsunami, namun bisa meminimalisir dampaknya. 

Area vegetasi bakau tentunya dipenuhi oleh tanaman mangrove atau bakau yang lebat disertai akar kuat yang mencengkeram tanah. Hal ini tentunya bisa berguna untuk meminimalisir dampak tsunami melalui penahanan air agar tidak banyak yang masuk daratan.

Sebagai informasi tambahan, hutan bakau yang memiliki lebar sepanjang beberapa ratus meter sudah terbukti mampu meminimalisir ketinggian tsunami sekitar 2–30%.

8. Menyerap Karbondioksida

Sebuah penelitian dalam IOP Conference Series: Material Science and Engineering yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang, oleh Dr. Nugroho Tri Waskitho membuktikan bahwa hutan bakau berkemampuan sebagai penyerap karbon.

Ada pula studi lain yang menunjukkan bahwa usia dewasa tanaman bakau memiliki rata-rata 25 tahun. Sehektar hutan mangrove atau bakau berusia dewasa bisa melakukan penyerapan 840 metrik ton karbondioksida. 

Hal ini berarti, sebatang pohon bakau bisa menyerap sebanyak 308 kg atau 0.3 ton karbondioksida yang berasal dari atmosfer – selama periode pertumbuhannya, yakni 12.3 kg setiap tahun. 

Saat ini, faktor utama penyebab perubahan iklim yaitu karbon dioksida dalam jumlah masif lantaran pemanfaatan bahan bakar fosil. Melalui eksistensi vegetasi bakau, maka semakin banyak karbondioksida yang bisa diserap. Alhasil, perubahan iklim bisa tercegah dengan baik.

9. Menjadi Area Pariwisata

Kawasan vegetasi bakau dapat dikembangkan sebagai area pariwisata yang cantik dan edukatif. Dampak positifnya, hutan tersebut bisa menjadi destinasi wisata untuk turis asal berbagai daerah hingga mancanegara. Hal ini pun bisa berimbas baik untuk meningkatkan ekonomi  bagi masyarakat sekitar.

10. Menjadi Pemelihara Kualitas Air serta Udara

Kawasan vegetasi bakau yang lebat dan rimbun mampu mempermudah manusia dalam memeroleh air dan udara yang berkualitas baik. Sebab, tanaman bakau berfungsi sebagai penyerap seluruh kotoran dari sampah manusia dan kapal yang tengah berlayar di laut. \

Lebih tepatnya, hutan ini berguna untuk menyerap seluruh varian logam berbahaya. Dengan begitu, air menjadi lebih bersih dan aman untuk seluruh makhluk hidup.

 

Negara dengan Hutan Bakau Terluas

Apakah Indonesia merupakan salah satu negara dengan kawasan vegetasi mangrove atau bakau terluas di seluruh dunia? Ya, benar! Menilik rujukan dari data BPS (Badan Pusat Statistik) per Desember tahun 2021, didapatkan fakta bahwa luas kawasan vegetasi mangrove atau bakau yang tersedia di Indonesia telah mencapai 3.36 juta hektare. Ini adalah 20.37% dari total dunia!

Papua merupakan pulau yang memiliki kawasan vegetasi mangrove atau bakau paling luas, yakni 1.63 juta hektare. Pulau kedua yakni Sumatra, dengan ekosistem mangrove atau bakau seluas sekitar 892 ribu hektare. 

Ketiga yakni Kalimantan dengan luas ekosistem mangrove atau bakau sekitar 630 hektare. Adapun luas terkecil untuk ekosistem mangrove atau bakau di Indonesia yakni ada di pulau Bali, sekitar 1,894 hektare. 

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, maka tidak heran jika Indonesia berhasil menyabet peringkat sebagai negara berkawasan vegetasi mangrove atau bakau terluas! Adapun posisi kedua diraih oleh Brasil dengan luas 1.3 juta hektare, Nigeria (1,1 juta hektare), Australia (0,97 juta hektare), hingga Bangladesh (0,2 juta hektare).

Demikian pembahasan tentang hutan bakau atau mangrove, dari manfaat hingga peringkat terluasnya.

PT Mutuagung Lestari Tbk atau Mutu International merupakan perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1990. Kami melayani berbagai jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi untuk berbagai macam industri. Tim ahli kami yang didukung oleh pengalaman selama lebih dari 30 tahun, bekerja untuk mengidentifikasi masalah dan menyarankan solusi yang sesuai, guna meningkatkan kinerja perusahaan Anda secara efektif dan efisien.

MUTU menyediakan jasa sertifikasi untuk berbagai sektor, yaitu sektor Pertanian (Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan lain-lain, Industri Jasa Publik (sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan, sistem manajemen keamanan informasi, dan lain-lain), Pangan (Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)), sistem manajemen keamanan pangan, pangan organic, dan lain-lain), Ekonomi Hijau (sertifikasi gas rumah kaca, ISCC, dan lain-lain), Kehutanan (Forest Stewardship Council (FSC)), pengelolaan hutan produksi lestari, dan lain-lain) dan Produk Kehutanan (Ekolabel, Japanese Agricultural Standard (JAS), dan lain-lain).

Sejak berdirinya bergerak dibidang sertifikasi kehutanan dan industri yang telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), Badan Standarisasi Nasional (BSN), Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), dan lembaga akreditasi mancanegara lainnya.Untuk melakukan pengurusan sertifikasi ISPO, Anda bisa menghubungi MUTU International.

Silahkan hubungi MUTU International melalui E-Mail: [email protected], Telepon: (62-21) 8740202 atau kolom Chat box yang tersedia. Hubungi MUTU International sekarang juga. Follow juga seluruh akun sosial media MUTU International di Instagram, Facebook, Linkedin, Tiktok, Twitter , Youtube dan Podcast #AyoMelekMUTU untuk update informasi menarik lainnya.