50 Negara Ikut Serta Pameran Food Ingredients Asia 2016

[:id]Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia memiliki peranan penting di pasar Asia. Berkontribusi sebesar 40% terhadap pasar ASEAN. Ini menunjukkan bahwa pasar mamin di Indonesia sangat penting dan menjadi terbesar di ASEAN. Upaya terus melakukan pengembangan salah satunya cara yaitu melalui Acara Food Ingredients (FI) Asia 2016 yang berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 21-23 September 2016.

Bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta Pusat, acara ini merupakan ke empat kalinya diselenggarakan. Acara ini dihadiri oleh peserta pameran dari 50 negara di Asia dan kawasan di dunia, dengan menarik perhatian sekitar 15.000 pengunjung untuk bertemu dengan 650 peserta pameran dari 50 negara.

Pertumbuhan industri mamin yang tinggi harus juga diikuti dengan pertumbuhan dan pengembangan industri bahan baku makanan. sehingga Industri mamin di Indonesia dapat semakin maju dan berkembang, serta menjadi berperan dominan dalam industri makanan dan minuman, baik di ASEAN, di Asia maupun dunia secara keseluruhan.

Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah telah menerapkan standar resmi untuk bidang makanan dan minuman. Standar tersebut terangkum dalam sertifikasi Food Safety Management System (ISO 22000) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Kedua standar internasional tersebut menjadi acuan dan pedoman sebagai jaminan kemananan pangan. Mutu Certification International sebagai lembaga sertifikasi yang telah mendapat pengakuan dalam maupun luar negeri, berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam hal jaminan keamanan pangan. Salah satunya ialah dengan menyediakan layanan jasa ISO 22000, HACCP, dan laboratorium pangan.

Direktur Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, Abdul Rochim menyampaikan, bahwa pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia cukup pesat. Industri ini menjadi industri prioritas di Indonesia. Industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 31,20% terhadap produk domestik bruto (PDB) Nasional.

Seperti diketahui, pertumbuhan industri mamin di triwulan ke II 2016 sebesar 8,22%. Ini lebih tinggi dari pada pertumbuhan sektor migas yang hanya 6,49%.

Sumber :
Marketing Communication
PT.MUTUAGUNG LESTARI[:en]Indonesia’s food and beverage industry had important performances in Asia market. They contributed 40% in ASEAN market and it showed how important the Indonesia’s F&B market is and has become the largest in ASEAN.

The efforts made to develop it further, was participating in the Food Ingredient (FI) Asia 2016, held for 3 days from September 21 to 23. Taking place in Jakarta International Expo, Kemayoran Central Jakarta, this event was the fourth time held. Attended by 50 Asian countries and rest the world, and attracted by 15,000 visitors who met with 650 exhibitors from around 50 countries.

Food and Beverage high growth should be followed also by growth and development of food raw materials so that the Indonesia’s F&B would develop further and would play dominating the industry in ASEAN, Asia and the whole world. In connection this, the Government has applied an authorized standard and certification for food and beverage business which is Food Safety Management System (ISO 22000) and Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Both international standards will be the references and guidance of food safety assurance. Mutu Certification International as a certification institution who has domestic and international acknowledgement, commited to support Government’s assurance in food safety. One of our service is to provide certification of ISO 22000 and food laboratories.

The Director of Food, Sea Harvest and Fisheries, Abdul Rochim addressed that growth in Food and Beverage industries in Indonesia contributed 31.20% towards the national domestic gross income (PDB), as known, the F&B industrial growth on the 2nd quarter of 2016 was 8.22% which was higher than the Oil & Gas sector which was only 6.49%.

Sumber :
Marketing Communication
PT.MUTUAGUNG LESTARI[:]

No Comments

Post A Comment