PENYERAHAN SERTIFIKAT ISO 9001:2015 KEPADA 7 P2TP2A

[:id]Foto 1Jakarta (21/10), bertempat di Gedung Dhanapala Lantai 1 Kementerian Keuangan telah diselenggarakan Peluncuran Mobil Keliling (Molin) dan Motor Keliling (Torlin) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sekaligus penyerahan sertifikat ISO 9001:2015 dari Lembaga Sertifikasi PT Mutuagung Lestari kepada 7 Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) diantaranya P2TP2A Jawa Barat, P2TP2A Jambi, P2TP2A Lampung, P2TP2A Sulawesi Utara, P2TP2A Sulawesi Selatan, P2TP2A Kalimantan Tengah dan PPT Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak Provinsi Jawa Tengah.

Acara ini dihadiri juga oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Deputi Koordinator Perlindungan Perempuan Anak Kementerian Koordinator PMK Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Deputi Menteri PPN Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan, Kepala Badan PA dan PP Provinsi dan Kabupaten Kota, dari seluruh wilayah Indonesia. Acara dibuka dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Sekretaris Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wahyu Hartono.

Wahyu menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan signifikan tiap tahunnya, untuk itu perlu adanya pelayanan pengaduan yang didukung oleh pengadaan sumber daya manusia, program kerja dan anggaran serta sarana prasarana yang memadai untuk mendukung hal tersebut.

“Untuk mendukung dan meningkatkan kualitas layanan pengaduan, pencegahan dan penanganan kasus kekerasan kepada masyarakat mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan langkah konkrit dengan memfasilitasi ISO 9001 bagi P2TP2A untuk bertujuan pelayanannya nanti lebih prima lagi”, ungkap Wahyu.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Komisi VIII DPR RI, Ali Taher. Dalam kesempatan ini Ali Taher menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak masih terbatas untuk menanggulangi problem yang dihadapi berkaitan dengan isu-isu kewanitaan dan isu-isu kejahatan seksual anak. Untuk itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak perlu mengajukan anggaran dari kluster tiga menjadi kluster dua, agar anggarannya bisa lebih besar.

“Dengan anggaran terbatas saja, kepuasan terhadap lambaga ini (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) nomor tiga dari semua kementerian”, lanjut Ali.

Sambutan terakhir disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise. Yohana menyampaikan bahwa dari tempat-tempat yang telah dikunjunginya sering ada komplain terkait alat transportasi yang digunakan untuk menjemput korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan adanya fasilitas Mobil Keliling dan Motor Keliling bisa memudahkan pelayanan mulai dari provinsi, kota dan desa.

“Mimpi saya terjawab, saya bangga ke Pak Presiden meminta semua menteri turun ke lapangan, kerja keras dan membuat perubahan”, ungkap Yohana.

Masuk ke acara pokok, peresmian peluncuran Molin dan Torlin oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, dilanjutkan dengan pemberian secara simbolis Molin dan Torlin kepada Kepala Pemerintah Daerah dari Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Sleman, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tanjung Pinang, Kota Palu dan Kota Denpasar.

Sebelum masuk acara penutup, dilanjutkan dengan penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015 oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise kepada Kepala Badan P2TP2A dari Provinsi Jambi, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Sulawesi Utara

Acara ditutup dengan doa yang disampaikan Doni Muhamad Hidayat dengan khusu dan hidmat oleh seluruh peserta yang hadir.

Sumber :
Marketing Communication
PT.MUTUAGUNG LESTARI[:en]Foto 1Jakarta (10/21) Taking place at the Dhanapala Building, Ministry of Finance a launching of mobile cars and mobile motors by the Ministry of Woman Empowerment and Child Protection and at the same time presentation of ISO 9001:2015 certificates from a certification institution: PT Mutuagung Lestari to seven joint services for Woman Empowerment and child Protection (P2TP2A) from West Java, Jambi, Lampung, North Sulawesi, South Sulawesi, Central Kalimantan and a PPT of victims of violence based on gender from Central Java.

The occasion was also attended by Chairman of the VIII Commission of Indonesian Legislative Body, Deputy Coordinator of Woman and Children Protection, Director General of Budget Finance Ministry, PPN Deputy Minister, Head of Development for Human, Society and Cultures, Regional Offices for Woman Empowerment and Child Protection from all over Indonesia. The meeting was opened by a committee report, addressed by the Secretary of the Ministry, Wahyu Hartono.

Wahyu conveyed that violence against women and children trended to a significant increase each year, Therefore,  complaints services supported by good human resources supplies, working programs, finance, facilities and infra structures needed to support protection. “To support and increase the service quality of complaints, prevention and solution services toward the society put the Ministry of Woman Empowerment and Child Protection to take concrete actions by facilitating ISO 9001 to P2TP2As in order that our services be improved.” Explained Wahyu.

The program continued with an address from the 8th Commission Chairman of the Legislation Body, Mr. Ali Taher who said that the budged which is used by the Ministry was limited to handle problems in the issues of women and sexual crimes against children. For that purposes, the Ministry should propose a new budget: from cluster 3 to cluster 2 in order to get bigger budget. “With limited budget, the satisfactory level of this Ministry among other Ministries is number three.” He continued.

The last speech was conveyed by the Minister of Women Empowerment and Children Protection, M/s Yohana Susana Yembise. She addressed that from the places she visited, she received many complaints regarding transportation in transferring the victims, with the availability of these vehicles, services improved from provinces to towns and villages. “My dreams come true, proud as the President and Ministers came down the field, work hard, and make changes.” She said.

Entering the main occasion, the official launching the mobile vehicles by the Minister and the symbolical transfer of those mobile vehicles to the provincial governments of East Java, East Nusatenggara, regional governments of West Halmahera, Sleman, Tanah Laut, Central Maluku, Deli Serdang, Cities of Tanjung Pinang, Palu and Denpasar.

Before closing, a transfer of ISO 9001:2005 from the Minister to the Heads of P2TP2A offices of Jambi, Central Kalimantan, West Java, Lampung, South Sulawesi, Central Java and North Sulawesi. The meeting was closed by prayer by Doni Muhamad Hidayat followed solemnly by all present.

Sumber :
Marketing Communication
PT.MUTUAGUNG LESTARI

 [:]

No Comments

Post A Comment