130 Perusahaan Bakal Terima ISPO

Hingga akhir 2015 sudah 130 perusahaan yang menerima ISPO. Bukti sustainability semakain meningkat

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menerima sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) bakal semakin bertambah. Hingga akhir 2015 sudah 130 perusahaan yang sudah berhak menyandang sebagai perusahaan yang ramah lingkungan. Sehingga produk kelapa sawit aman bagi kesehatan dan juga ramah lingkungan.
Kepala Sekretariat ISPO Herdrajat Natawidjaya mengatakan, hingga akhir 2015 ini akan ada penambahan perusahaan yang mendapat sertifikat ISPO. Sebanyak 15 perusahaan dinyatakan lulus ISPO dan 20 perusahaan proses auditnya sudah final yang selanjutnya akan diserahkan ke tim penilai dan dibawa ke komisi ISPO. Sehingga total terdapat 130 perusahaan yang menerima sertifikat ISPO.

Herdrajat menyebutkan, dari 1.000 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang wajib ISPO, sudah 600 lebih perusahaan yang sudah mendaftar. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 11 tahun 2015, perusahaan yang belum daftar akan diberi peringatan sebanyak tiga kali. Jika tidak, perusahaan akan diberi sanksi penurunan kelas kebun.

Perusahaan yang dikenakan sanksi, diberi waktu selama 1 tahun untuk memperbaiki kelas kebunnya dan mengajukan sertifikat ISPO. “Peringatan sudah berjalan dan belum sampai pada tahap teguran. Mudah-mudahan tidak ada yang diturunkan kelas kebunnya,” ungkap Herdrajat.

Menurut Herdrajat, bagi perusahaan yang telah mendapat sertifikat ISPO patut berbangga. Karena hal ini menjadi bukti bahwa perusahaan telah mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Sekretariat ISPO sendiri, lanjut Herdrajat, terus mempercepat proses sertifikasi dan melakukan verifikasi terhadap laporan-laporan yang disampaikan lembaga sertifikasi. Perusahaan yang sudah dinyatakan lulus, akan diserahkan sertifikat ISPO secepatnya.

Cepat tidaknya proses ISPO sendiri, kata Herdrajat, tergantung pada kemampuan lembaga sertifikasi dalam melakukan audit dan menyiapkan laporan verifikasi dan dokumen yang diperlukan. (YR)

Sumber : Media Perkebunan

Tags:
No Comments

Post A Comment