Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2016

[:id]

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PLHK)  Ke-20 Tahun 2016 merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni. Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu sendiri akan diperingati pada 23 Juli 2016 di Siak, Riau yang rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Tema PLHK tahun ini sesuai dengan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Indonesia 2016 yaitu ‘Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan’, yang sejalan dengan tema internasional yang ditetapkan Program Lingkungan PBB (UNEP) ‘Go Wild for Life’.

Disambut dua ekor gajah, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla resmi membuka “Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ke-20 Tahun 2016”, Rabu (9/6/) di Jakarta Convention Center Jakarta.

Acara yang berlangsung dari tanggal 9-12 Juni 2016 diisi dengan pameran, seminar, talkshow, games booth, eco driving rally dan uji emisi, lomba insinyur cilik, green music festival, lomba menggambar, serta lomba mewarnai.

Indonesia adalah “rumah” dari 17% total spesies yang ada di dunia, oleh karena itu upaya pencegahan atas kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) atau wildlife crime mendapatkan perhatian sangat serius.

Selain isu tumbuhan dan satwa liar, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ke-20 Tahun 2016 juga akan ada isu terkini tentang pencemaran air, pencemaran udara, persampahan maupun limbah B3 serta kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan pertambangan.

Hari terakhir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menutup PLHK. Siti Nurbaya mengatakan,  pada saat ini isu lingkungan hidup sejajar dengan isu demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini seiring dengan arus demokratisasi di Indonesia yang memerlukan partisipasi aktif masyarakat dan sesuai dengan amanat undang-undang dasar (UUD) 45 yang menjamin masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

”Di sisi lain, Indonesia tetap menjaga kedaulatan yang salah satu artinya setiap pelanggar lingkungan hidup harus ditindak. Namun tidak boleh juga ada warga negara yang berada di Indonesia diadili di negara lain,” katanya.

Kegiatan penutupan PLHK 2016 ini dihadiri oleh pejabat Esselon I dan II, Aktivis lingkungan, tokoh-tokoh masyarakat, peserta pameran, dan ratusan anak-anak sekolah. Berbagai pengumuman pemenang lomba menutup rangkaian kegiatan ini.

 [:en]

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PLHK)  Ke-20 Tahun 2016 merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni. Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu sendiri akan diperingati pada 23 Juli 2016 di Siak, Riau yang rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Tema PLHK tahun ini sesuai dengan Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Indonesia 2016 yaitu ‘Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan’, yang sejalan dengan tema internasional yang ditetapkan Program Lingkungan PBB (UNEP) ‘Go Wild for Life’.

Disambut dua ekor gajah, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla resmi membuka “Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ke-20 Tahun 2016”, Rabu (9/6/) di Jakarta Convention Center Jakarta.

Acara yang berlangsung dari tanggal 9-12 Juni 2016 diisi dengan pameran, seminar, talkshow, games booth, eco driving rally dan uji emisi, lomba insinyur cilik, green music festival, lomba menggambar, serta lomba mewarnai.

Indonesia adalah “rumah” dari 17% total spesies yang ada di dunia, oleh karena itu upaya pencegahan atas kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) atau wildlife crime mendapatkan perhatian sangat serius.

Selain isu tumbuhan dan satwa liar, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ke-20 Tahun 2016 juga akan ada isu terkini tentang pencemaran air, pencemaran udara, persampahan maupun limbah B3 serta kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan pertambangan.

Hari terakhir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menutup PLHK. Siti Nurbaya mengatakan,  pada saat ini isu lingkungan hidup sejajar dengan isu demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini seiring dengan arus demokratisasi di Indonesia yang memerlukan partisipasi aktif masyarakat dan sesuai dengan amanat undang-undang dasar (UUD) 45 yang menjamin masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

”Di sisi lain, Indonesia tetap menjaga kedaulatan yang salah satu artinya setiap pelanggar lingkungan hidup harus ditindak. Namun tidak boleh juga ada warga negara yang berada di Indonesia diadili di negara lain,” katanya.

Kegiatan penutupan PLHK 2016 ini dihadiri oleh pejabat Esselon I dan II, Aktivis lingkungan, tokoh-tokoh masyarakat, peserta pameran, dan ratusan anak-anak sekolah. Berbagai pengumuman pemenang lomba menutup rangkaian kegiatan ini.[:]

No Comments

Post A Comment